BAGIAN DARI RINGKASA KITAB ASTA DASA PARWA
YANG KEEMPAT ( IV ) ADALAH :
Kitab Wirataparwa merupakan
kitab keempat dari seri Astadasaparwa. Kitab ini menceritakan kisah penyamaran
para Pandawa beserta Dropadi di Kerajaan Wirata. Yudistira menyamar
sebagai seorang ahli agama, Bima menyamar sebagai juru masak, Arjuna menyamar sebagai guru tari, Nakula menyamar sebagai penjaga kuda, Sahadewa menyamar
sebagai pengembala, dan Dropadi menyamar
sebagai penata rias.
Wirataparwa

Wirataparwa adalah bagian
keempat dari epos Mahabarata. Menceritakan kisah
ketika para Pandawa harus bersembunyi
selama setahun lagi dengan menyamar tanpa ketahuan, setelah mereka dibuang
selama duabelas tahun di hutan gara-gara kalah berjudi dengan Korawa. Kisah
pembuangan di hutan ini diceritakan dalam bagian Wanaparwa.
Maka para Pandawa bersembunyi
di kerajaan Wirata. Jika mereka ketahuan,
maka harus dibuang selama 12 tahun lagi. Di Wirata Yudistira menyamar
sebagai seorang brahmana bernama
Kangka. Bima menyamar
sebagai seorang juru masak dan pegulat bernama Balawa. Lalu Arjuna menyamar
sebagai seorang wandu yang
mengajar tari dan nyanyi bernama Wrahanala. Nakula menjadi
seorang penggembala kuda bernama Grantika dan Sadewa menjadi
penggembala sapi bernama Tantipala. Dropadi menjadi
seorang perias bernama Sarindri, melayani ratu Sudesna.
Alkisah patih Wirata,
Kicaka jatuh cinta kepada Sarindri dan ingin menikahinya. Tetapi ia ditolak dan
memaksa. Lalu Balawa membunuhnya. Hal ini hampir saja membuat samaran mereka
ketahuan.
Kematian Kicaka didengar oleh raja Susarma dari
Trigarta yang kemudian datang membujuk para Korawa menyerbu Wirata yang dalam
keadaan sangat lemah. Lalu negeri Wirata diserang para Korawa dari
[Astina]]. Para Pandawa ikut berperang membela Wirata. Serangan Korawa gagal,
mereka kalah oleh orang-orang yang tidak dikenal dan membuat mereka curiga.
Setelah perang usai, kedok Pandawa terbuka. Tetapi mereka sudah bersembunyi
genap selama setahun, jadi tidak apa-apa. Wirataparwa diakhiri dengan kisah
perkawinan Abimanyu, anak Arjuna, dengan Utari, puteri raja Wirata.
No comments:
Post a Comment